Seni
Tari
Seni tari merupakan karya cipta manusia yang indah.
seni tari dikatakan indah apabila rangkaian dan bagian-bagiannya atau
elemen-elemen penunjang tari menjadi suatu susunan yang lengkap dan utuh hingga
mampu menumbuhkan kenikmatan bagi pemirsa(penikmatnya). Bisa dikatakan juga tari bentuk
merupakan sebuah tari
yang mengambarkan cerita secara keseluruhan dari awal
sampai akhir pertunjukan.
Dalam buku problem of art disebutkan bahwa tari adalah sejarah yang
dibentuk secara ekspresif dan diciptakan manusia untuk dapat dinikmati dengan
rasa.misalnya:gerak,kostum,iringan musik,properti,dan pola lantai.
Unsur utama yang paling pokok dalam tari adalah gerak tubuh manusia yang
sama sekali lepas dari unsur ruang, dan waktu, dan tenaga.
Tari adalah
keindahan ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan berbentuk gerak tubuh yang
diperhalus melalui estetika. Ada tiga unsur
utama dalam tari, yaitu wiraga (fisik), wirama (iringan musik), dan wirasa
(penjiwaan atau ekspresi). Gerak tari dan gerak biasa memiliki perbedaan dalam
hal kehalusan, dinamika (irama dan tempo), dan iringan.
Haukin menyatakan bahwa tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diubah oleh
imajinasi dan diberi bentuk melalui media gerak sehingga menjadi bentuk gerak
yang simbolis dan sebagai ungkapan si pencipta (Haukins: 1990, 2). Secara tidak
langsung di sini Haukin memberikan penekanan bahwa tari ekspresi jiwa menjadi
sesuatu yang dilahirkan melalui media ungkap yang disamarkan.
Tari bentuk
memiliki 2 tema yaitu :
1.
Tema Baku
Tema baku adalah suatu bentuk tema yang umum terdapat pada suatu tari dan selalu dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya tema kepahlawanan, tema percintaan, tema keprajuritan dan lain-lain.
a. Contoh tari bertema kepahlawanan
Tema baku adalah suatu bentuk tema yang umum terdapat pada suatu tari dan selalu dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya tema kepahlawanan, tema percintaan, tema keprajuritan dan lain-lain.
a. Contoh tari bertema kepahlawanan
Ø Seudati
Ø Kuda kepang
Ø Ranggalawe Gugur
Ø Kumbakarna Gugur
Ø Anoman Rahwana
b.
Contoh tari bertema keprajuritan
Ø Eko Prawiro
Ø Bandabaya
Ø Lawung
Ø Jemparingan
Ø Tandingan
c.
Contoh tari bertema Percintaan
Ø Enggar-enggar
Ø Karonsih
Ø Driasmara
Ø Langenasmara
Ø Kusuma Ratih
2. Tema Khusus
Tema khusus adalah suatu bentuk tema yang tidak dijumpai secara umum, namun kehadirannya dapat menambah kesegaran apresiasi seni. Contoh kesenjangan social, lingkungan hidup dan lain-lain.
Tema khusus adalah suatu bentuk tema yang tidak dijumpai secara umum, namun kehadirannya dapat menambah kesegaran apresiasi seni. Contoh kesenjangan social, lingkungan hidup dan lain-lain.
-
KOMPOSISI TARI
1. Bentuk
(pose)
Bentuk (pose) adalah posisi tubuh
sebelum bergerak. Terbagi menjadi empat, yaitu terbuka, tertutup, asimetris,
dan simetris.
2. Gerak
Gerak adalah posisi tubuh
menggerakkan bentuk.
3. Pola
lantai
Pola lantai adalah arah atau garis
langkah yang dilalui oleh penari. Pola lantai terbagi menjadi dua, lurus dan
lengkung.
4. Arah
hadap
Arah hadap adalah arah posisi tubuh
penari.
5. Tataran
atau level
Tataran atau level adalah tingkatan
posisi tubuh penari. Terbagi menjadi tiga, bawah, tengah, dan atas.
6. Ekspresi
atau penjiwaan
-
PERANAN TARI
Sebagai suatu kegiatan, tari
memiliki beberapa fungsi antara lain sebagai berikut.
1. Tari
sebagai alat pemersatu bangsa
Sebagai contoh pagelaran festival
tari nasional daerah, dan festival isen mulang.
2. Tari
sebagai media ekspresi
Tari dapat menciptakan rangkaian
gerak yang dapat membuat penikmatnya peka terhadap sesuatu yang ada dan yang
terjadi di sekitarnya.
3. Tari
sebagai sarana upacara
Jenis tari ini banyak macamnya
seperti yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya.
4. Tari
sebagai penyaluran terapi
Jenis tari ini biasanya ditujukan
kepada penyandang cacat fisik atau cacat mental. Pada masyarakat timur, jenis
tarian ini menjadi pantangan karena rasa tak sampai hati.
5. Tari
sebagai media komunikasi
Penampilan tari menyampaikan pesan
yang ada dalam setiap gerakannya. Contohnya adalah Tari Pakarena dari Sulawesi
Selatan yang digunakan untuk mengucapkan selamat dating kepada para tamu.
6. Tari
sebagai media berpikir kreatif
Kecerdasan manusia meliputi tujuh
aspek, yaitu logika, bahasa, visual, kinestik, musik, intrapersonal, dan
interpersonal. Ketujuh aspek itu perlu mendapat perhatian yang seimbang dalam
pendidikan sehingga siswa akan bisa lebih berpikir kreatif. Seni tari, ebagai
salah satu pendidikan seni di sekolah, dapat mengembangkan kemampuan dalam
aspek kinestik. Seni tari bisa menjadi alat untuk bias berpikir kreatif.
7. Tari
sebagai media mengembangkan bakat
Di sekolah diadakan pendidikan seni,
yang salah satu aspeknya adalah seni tari. Pendidikan seni tari ini dapat
dijadikan sebagai alat untuk mengembangkan bakat.
8. Tari
sebagai hiburan
Tari sebagai hiburan harus
bervariasi agar tidak menjemukan dan membosankan. Oleh karena itu, jenis ini
menggunakan tema-tema yang sederhana, tidak muluk-muluk, diiringi lagu yang
enak dan mengasyikkan. Kostum dan tata panggungnya dipersiapkan dengan cara
yang menarik.
9. Tari
sebagai media pergaulan
Seni tari adalah kolektif, artinya
penggarapan tari melibatkan beberapa orang. Oleh karena itu, kegiata tari dapat
berfungsi sebagai sarana pergaulan. Kegiatan tari, seperti latihan tari yang
rutin atau pementasan bersama, adalah sarana pergaulan yang baik.
- TEKNIK TARI ATAU ATURAN TARI TRADISI
Penguasaan
teknik tari sangat penting karena dengan pelaksanaan teknik tari yang baik dan
benar akan menuju suatu penjiwaan tari yang akan disajikan.
Teknik tari yang akan diuraikan disini adalah sebuah teknik dari Marta Graham, teknik tari gaya Yogyakarta, dan teknik tari gaya Surakarta.
1. Teknik Tari Gaya Marta Graham
Teknik tari gaya Marta Graham lebih menekankan pada “Relax” dan “Tension” atau tegang dan kendor yang merupakan kerja otot Waktu kendur tenaga dilepaskan napasa dikeluarkan. Pada waktu tegang tenaga dihimpun, dengan mengambil nafas dalam-dalam. Teknik dasar Marta Graham adalah merupakan teknik yang sangat umum.
2. Teknik Tari Gaya Yoyakarta
Teknik tari gaya yogyakarta dan surakarta juga dapat dijadikan bekal seorang penari yang ba,ik. Beberapa teknik tari gaya yogyakarta adalah :
a. Greget
Greget adalah semangat batin memberikan kekuatan gerak daya tahan dan kemampuan atau kemantapan ekpresi.
b. Sengguh
Sengguh adalah sikap sadar akan harga diri yang memancarkan keanggungan, kebersihan, kewibawaan, berisi kepastian, dan kesempurnaan sikap gerak.
c. Nyawiji
Nyawiji adalah kemanunggalan lahir dan batin, pemusatan ekpresi, keprabadian batin yalng bulat, menyatu dalam penampilan, konsentrasi.
d. Nora Mingkuh
Nora mingkuh tak berkeming dari kemantapan, tak goyah dari gangguan.
Dalam pelaksanaannya menggunakan ketentuan gerak sebagai berikut :
a. Dada Munggal
Dada munggal yaitu mengembangkan, mewujudkan kesiapan fisik dan memudahkan pernafasan.
b. Weteng Ngempit
Weteng ngempit yait perut dikempiskan selama menari, merampingkan bagian tengah tubuh dan menjunjung pernapasan dada.
c. Iga Kajunjung
Iga kajunjung yaitu tulang rusak terangkat keatas, merapatkan sikap dada.
d. Ula-ula ngadeg
Ula-ula ngadeg adalah yaitu tulang belakang tegak mewujudkan paras sikap tubuh yang benar, kerapian, keindahan dan sekaligus pedoman keseimbangan.
e. Tempak Kenjereng
Tempak Kenjereng adalah tulang belikat direntangkan sehingga rapi bagian belaknag, sekaligus menunjang pelebaran ronga dada dan melncarkan pernafasan.
f. Nafas Ajeg
Nafas ajeg yaitu tarikan nafas stabil tidak terengah-engah walaupun dalam gerakan cepat atau peperangan.
3. Teknik Tari Gaya Surakarta
Tekni tari gaya surakarta selain sebagi bekal menjadi penari yang baik juga dapat digunkaan untuk menyusun tari dan sekaligus dapat digunkan untuk menilai sebuah karya tari. Ada tiga aturan tari atau teknik gaya surakarta yaitu :
a. Wiraga
Wiraga yaitu kemantapan yang dilakukan sesuai dengan teknik yang benar dan sesuai dengan penari.
b. Wirama
Wirama yaitu kesesuaian antara gerak dengan irama atau iringan yang digunakan untuk mengiringi tari tersebut.
b. Wirasa
Wirasa yaitu ungkapan jiwa atau erasaan yang dimunculkan sesuai dengan karakter yang disajikan.
Selain ketiga aturan yang didapat di atas terdapat pula bentlu teknik atau aturan tari yahg disebut “ Hasta Sawada” . Hasata Sawanda memiliki arti” Hasta” mberarti delapan dan “Sawanda” adalah aturan. Jadi yang dimaksud dengan hasta sawanda adalah delapan aturan yang digunakan untuk bekal menjadi seseorang penari yang baik. Hasta diantaranya adalah :
a. Pancak
Pancak artinya adalah patrap atau posisi. Misalnya pacak pada leher atau kepala pada prinsipnya pancak dibagi menjadi dua yaitu pancak untuk putra dan pancak untuk putri. Pancak anggota badan meliputi lambung, badan, pundak, dan dada. Penggunaan pacak ini dapat untuk pembeda antara pria dan wanita atau sesuai dengan karakter masing-masing.
b. Pancat
Pancat digunakan untul mengatur gerak gerik atau solah bawa. Jadi yang disebut dengan pancat adalah solah bawa yang digunakan untuk mengatur gerak gerik tari dengan irama gending gamelan sebagai penyesuaian antara tari yang dibawakan dengan irama gending.
c. Ulat
Ulat tercermin pada bagian wajah dan mulut. Polatan sangat penting bagi penari karena akan berpengaruh pada kewibawaan dan keindahan seseorang dalam menyajikan tari. Seorang penari harus bisa marah, senyum, tenang dan lain-lain apabila tarian itu membutuhkan suasana itu.
d. Lulud
Lulud adalah menyatukan irama tari dengan gending yang mengiringi, yang berarti pula seorang penari harus peka terhadap jatuhnya kethuk, kenong, kempul dan gong serta menyesuaikan irama lagu.
e. Wiled
Wiled adalah benar tidaknya seorang pernari dalam menjajikan sebuah tarian.
f. Luwes
Luwes berartli tidak kaku. Seseorang penari tidak hanya dituntut untuk hafalannya saja akan tetapi luwes lebih diutamakan. Keluwesan ini akan menambah keindahan dan keagungan. Keluwesan tidak terlepas dari pacak dan pacat serta ekspresi yang baik akan kelihatan lebih mengagumkan.
g. Wirama
Wirama adalah untuk mengiringi seseorang dalam menari.
h. Gending
Gending atau nama gamelan keluar dari dua tempat yaitu keluar dari alat-alat berupa gamelan dan tumbuh dari suara dan bunyi. Gamelan yang keluar dari suara dan bunyki dapat dibedakan menjadi “OTARA” yaitu alat yang membaut suara dan “GUNITA” yaitu suara yang mengandung rasa dan lagu.
Teknik tari yang akan diuraikan disini adalah sebuah teknik dari Marta Graham, teknik tari gaya Yogyakarta, dan teknik tari gaya Surakarta.
1. Teknik Tari Gaya Marta Graham
Teknik tari gaya Marta Graham lebih menekankan pada “Relax” dan “Tension” atau tegang dan kendor yang merupakan kerja otot Waktu kendur tenaga dilepaskan napasa dikeluarkan. Pada waktu tegang tenaga dihimpun, dengan mengambil nafas dalam-dalam. Teknik dasar Marta Graham adalah merupakan teknik yang sangat umum.
2. Teknik Tari Gaya Yoyakarta
Teknik tari gaya yogyakarta dan surakarta juga dapat dijadikan bekal seorang penari yang ba,ik. Beberapa teknik tari gaya yogyakarta adalah :
a. Greget
Greget adalah semangat batin memberikan kekuatan gerak daya tahan dan kemampuan atau kemantapan ekpresi.
b. Sengguh
Sengguh adalah sikap sadar akan harga diri yang memancarkan keanggungan, kebersihan, kewibawaan, berisi kepastian, dan kesempurnaan sikap gerak.
c. Nyawiji
Nyawiji adalah kemanunggalan lahir dan batin, pemusatan ekpresi, keprabadian batin yalng bulat, menyatu dalam penampilan, konsentrasi.
d. Nora Mingkuh
Nora mingkuh tak berkeming dari kemantapan, tak goyah dari gangguan.
Dalam pelaksanaannya menggunakan ketentuan gerak sebagai berikut :
a. Dada Munggal
Dada munggal yaitu mengembangkan, mewujudkan kesiapan fisik dan memudahkan pernafasan.
b. Weteng Ngempit
Weteng ngempit yait perut dikempiskan selama menari, merampingkan bagian tengah tubuh dan menjunjung pernapasan dada.
c. Iga Kajunjung
Iga kajunjung yaitu tulang rusak terangkat keatas, merapatkan sikap dada.
d. Ula-ula ngadeg
Ula-ula ngadeg adalah yaitu tulang belakang tegak mewujudkan paras sikap tubuh yang benar, kerapian, keindahan dan sekaligus pedoman keseimbangan.
e. Tempak Kenjereng
Tempak Kenjereng adalah tulang belikat direntangkan sehingga rapi bagian belaknag, sekaligus menunjang pelebaran ronga dada dan melncarkan pernafasan.
f. Nafas Ajeg
Nafas ajeg yaitu tarikan nafas stabil tidak terengah-engah walaupun dalam gerakan cepat atau peperangan.
3. Teknik Tari Gaya Surakarta
Tekni tari gaya surakarta selain sebagi bekal menjadi penari yang baik juga dapat digunkaan untuk menyusun tari dan sekaligus dapat digunkan untuk menilai sebuah karya tari. Ada tiga aturan tari atau teknik gaya surakarta yaitu :
a. Wiraga
Wiraga yaitu kemantapan yang dilakukan sesuai dengan teknik yang benar dan sesuai dengan penari.
b. Wirama
Wirama yaitu kesesuaian antara gerak dengan irama atau iringan yang digunakan untuk mengiringi tari tersebut.
b. Wirasa
Wirasa yaitu ungkapan jiwa atau erasaan yang dimunculkan sesuai dengan karakter yang disajikan.
Selain ketiga aturan yang didapat di atas terdapat pula bentlu teknik atau aturan tari yahg disebut “ Hasta Sawada” . Hasata Sawanda memiliki arti” Hasta” mberarti delapan dan “Sawanda” adalah aturan. Jadi yang dimaksud dengan hasta sawanda adalah delapan aturan yang digunakan untuk bekal menjadi seseorang penari yang baik. Hasta diantaranya adalah :
a. Pancak
Pancak artinya adalah patrap atau posisi. Misalnya pacak pada leher atau kepala pada prinsipnya pancak dibagi menjadi dua yaitu pancak untuk putra dan pancak untuk putri. Pancak anggota badan meliputi lambung, badan, pundak, dan dada. Penggunaan pacak ini dapat untuk pembeda antara pria dan wanita atau sesuai dengan karakter masing-masing.
b. Pancat
Pancat digunakan untul mengatur gerak gerik atau solah bawa. Jadi yang disebut dengan pancat adalah solah bawa yang digunakan untuk mengatur gerak gerik tari dengan irama gending gamelan sebagai penyesuaian antara tari yang dibawakan dengan irama gending.
c. Ulat
Ulat tercermin pada bagian wajah dan mulut. Polatan sangat penting bagi penari karena akan berpengaruh pada kewibawaan dan keindahan seseorang dalam menyajikan tari. Seorang penari harus bisa marah, senyum, tenang dan lain-lain apabila tarian itu membutuhkan suasana itu.
d. Lulud
Lulud adalah menyatukan irama tari dengan gending yang mengiringi, yang berarti pula seorang penari harus peka terhadap jatuhnya kethuk, kenong, kempul dan gong serta menyesuaikan irama lagu.
e. Wiled
Wiled adalah benar tidaknya seorang pernari dalam menjajikan sebuah tarian.
f. Luwes
Luwes berartli tidak kaku. Seseorang penari tidak hanya dituntut untuk hafalannya saja akan tetapi luwes lebih diutamakan. Keluwesan ini akan menambah keindahan dan keagungan. Keluwesan tidak terlepas dari pacak dan pacat serta ekspresi yang baik akan kelihatan lebih mengagumkan.
g. Wirama
Wirama adalah untuk mengiringi seseorang dalam menari.
h. Gending
Gending atau nama gamelan keluar dari dua tempat yaitu keluar dari alat-alat berupa gamelan dan tumbuh dari suara dan bunyi. Gamelan yang keluar dari suara dan bunyki dapat dibedakan menjadi “OTARA” yaitu alat yang membaut suara dan “GUNITA” yaitu suara yang mengandung rasa dan lagu.
JENIS – JENIS
TARI
1. TARI BERDASARKAN FUNGSINYA
a. Tari Upacara
Ø Tari Hopong (NTT)
Hopong adalah sebuah upacara tradisional masyarakat
Helong yang mengijinkan para petani untuk menuai atau panen di ladang
pertanian. Upacara Hopong adalah suatu aktivitas yang dilakukan oleh para
petani dalam bentuk doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih
kepada Tuhan dan nenek moyang.. Tarian ini juga menggambarkan
kehidupan bersama nilai religius, gotong royong. Musik pengiring gendang,
tambur, gong.
b. Tari Pergaulan
Ø Tari Tayub Bojonegoro (Jawa
Timur)
Tarian ini biasanya dilakukan oleh pria dengan diiringi
gamelan dan tembang Jawa yang dilantunkan oleh waranggono yang syairnya sarat
dengan petuah dan ajaran. Pertunjukan tari ini banyak dipergunakan untuk
meramaikan kegiatan hajatan yang banyak dilaksanakan oleh warga Bojonegoro
ataupun kegiatan kebudayaan yang lain. Biasanya dalam mengadakan kegiatannya,
tarian tayub ini sudah terkoordinir dalam suatu kelompok tertentu dengan nama
khas masing-masing.
c. Pertunjukan
Ø Tari
Barong (Bali)
Tari Barong ini menceritakan tentang asal muasal perang
abadi antara kebaikan yang di-lambangkan dengan Barong melawan kejahatan yang
dilambangkan dengan Rangda.Barong adalah karakter dalam mitologi Bali.Ia adalah raja dari roh-roh serta melambangkan kebaikan. Ia
merupakan musuh Rangda. Banas Pati Rajahadalah roh yang
mendampingi seorang anak dalam hidupnya. Banas Pati Rajah dipercayai sebagai
roh yang menggerakkan Barong. Sebagai roh pelindung, Barong sering ditampilkan
sebagai seekor singa.Di pulau Bali setiap bagian pulau Bali mempunyai roh
pelindung untuk tanah dan hutannya masing-masing.Setiap Barong dari setiap
region digambarkan sebagai hewan yang berbeda.Ada babi hutan, harimau, ular atau naga, dan singa.Bentuk Barong sebagai singa sangatlah populer
dan berasal dari Gianyar.Dalam
Calonarong atau tari-tarian Bali, Barong menggunakan ilmu gaibnya untuk
mengalahkan Rangda.
2. TARI BERDASARKAN BENTUK PENYAJIANNYA
a. Tari Tunggal
Tari tunggal
adalah jenis tari bentuk yang ditarikan oleh seorang penari, boleh laki-laki
meupun perempuan.
Ø Kebyar Duduk (Bali)
Tari ini merupakan ciptaan I Mariodari Tabanan yang menciptakan tarian ini pada tahun
1925. Tari Kebyar Duduk menggambarkan kemahiran seorang pemuda yang
menari dengan lincahnya dengan posisi duduk mengikuti irama gamelan. Apabila
tarian ini ditarikan dengan memainkan instrumen trompong, maka tarian Kebyar
Duduk disebut tari Kebyar Trompong.
b. Tari Berpasangan
Tari berpasangan adalah bentuk penampilan tari yang ditarikan secara
berpasang-pasangan. Perbedaan tari berpasangan dengan tari tunggal adalah pada
bentuk penyajiaannya yang memiliki unsure interaksi gerak yang saling
melengkapi, saling mengisi, dan merespons antara individu penari dengan
pasangannya.
Ø Tari Salipuk
Tari Salipuk adalah tarian asli
dari kota Nganjuk, tarian ini ditarikan oleh sepasang muda mudi yang berarti
tarian pergaulan Tari Salipuk adalah pengembangan dari Tari Tayub yang
sebelumnya sudah ada di Nganjuk, Tari ini sudah ada sejak jaman penjajahan
Belanda yang berawal dari pengamen yang bernama Salipuk, pekerjaan setiap hari
adalah berkeliling kampung untuk menghibur orang sambil membawa kendang.
Orang-orang sangat menyukai hiburan yang diberikan oleh Salipuk, sehingga dia
sering dipanggil ke kampung-kampung untuk menghibur orang. Lalu dia akhirnya
mengembangkannya menjadi tari yang berpasangan. Sampai saat ini tari Salipuk
masih banyak ditarikan pada acara-acara tertentu seperti acara resmi,
acara perkawinan atau pada saat upacara adat.
Meskipun tarian ini hanya
melibatkan dua orang, tetapi atraksi tari ini membutuhkan tempat yang luas
karena gerakannya sangat dinamis dan penarinya harus berlari kesana-kemari.
Tari Salipuk menggunakan iringan musik tradisional Jawa dengan tembang khusus
yang liriknya sesuai dengan jalan cerita tarian.
b. Tari Kelompok
Tari
berkelompok adalah bentuk penampilan tari yang ditarikan oleh banyak penari
atau lebih dari dua orang. Dalam tarian berkelompok dituntut keserempakan dan
keseragaman gerak yang lebih tinggi agar pertunjukan tariannya tampak lebih
dinamis dan indah. Para penari perlu menyamakan presepsi akan tariannya. Semua
ini dimaksudkan agar dalam pementasan mereka tampak kompak dan serasi satu sama
lainnya.
Ø Tari
Seudati(Aceh)
Seudati berasal dari kata Syahadat,
yang berarti saksi/bersaksi/pengakuan terhadap Tiada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad utusan Allah. Tarian ini juga
termasuk kategori Tribal War Dance atau Tari Perang, yang mana syairnya
selalu membangkitkan semangat pemuda Aceh untuk bangkit dan melawan penjajahan.
Oleh sebab itu tarian ini sempat dilarang pada zaman penjajahan Belanda, tetapi sekarang tarian ini diperbolehkan kembali dan
menjadi Kesenian Nasional Indonesia.
3. TARI BERDASARKAN POLA GARAPANNYA
a. Tari Primitif
Ø Tari
Belian Sentiyu (Dayak-Kalimantan Timur)
Tarian ini berasal dari suku Dayak Tonyooi dan Dayak
Benuaq. Maksud dan tujuan dari tarian ini juga untuk mengobati orang sakit dan
mengusir roh jahat. Perbedaannya adalah pada kostum, apabila pada Belian Bawo
memakai gelang bergemerincing yang memekakkan telinga pendengarnya pada Belian
Sentiyu memakai persembahan beras yang akan ditaburkan oleh pemeliannya.
b.
Tari Rakyat
Ø Tari
Reog Ponorogo (Jawa Timur)
Tarian ini menggambarkan cerita istana raja milik ratu
kerajaan Kediri. Dalam perjalanan dari kerajaan Bantarangin ke Kediri
mengalahkan segerombolan harimau dan merak yang dipimpin oleh Singobarong.
Penari utama memakai pakaian besar terbuat dari bulumerak dan memakai topeng
kepala harimau. Berat topeng tersebut berkisar 40 sampai 50 kg dan didukung
oleh sebuah tali yang digigit oleh gigi penari. Lainnya memakai topeng seperti
setan.
c.
Tari Klasik
Ø Tari Legong(Bali)
Sebuah tarian klasik Bali yang memiliki pembendaharaan
gerak yang sangat kompleks yang terikat dengan struktur tabuh pengiring yang
konon merupakan pengaruh dari Gambuh. Kata Legong berasal dari kata
"leg" yang artinya luwes atau elastis dan kemudian diartikan sebagai
gerakan lemah gemulai (tari). Selanjutnya kata tersebut di atas dikombinasikan
dengan kata "gong" yang artinya gamelan, sehingga menjadi
"Legong" yang mengandung arti gerakan yang sangat terikat (terutama
aksentuasinya) oleh gamelan yang mengiringinya. Ciri khas tari Legong ini
adalah pemakaian kipas para penarinya kecuali Condong. Gamelan yang dipakai
mengiringi tari Legong dinamakan Gamelan Semar Pagulingan. Lakon yang biasa
dipakai dalam Legong ini kebayakan bersumber pada:Cerita Malat khususnya kisah
Prabu Lasem,Cerita Kuntir dan Jobog (kisah Subali Sugriwa), Legod Bawa (kisah
Brahma Wisnu tatkala mencari ujung dan pangkal Lingganya Siwa), Kuntul (kisah
burung), Sudarsana (semacam Calonarang), Palayon, Chandrakanta dan lain
sebagainya.
d.
Tari Kreasi
Ø Tari Kreasi Ronggeng Midang (Jawa Barat)
Tarian ini merupakan tarian garapan dimana dalam alur
geraknya mengambil dari tarian rakyat dan tari tayub seperti Banjet, Ketuk Tilu
dan Silat sehingga tariannya bebas dengan laras pelog. Rakyat kecil mengenal
kesenian Ronggeng sebagai bagian dari acara-acara pesta yang dilaksanakan di
lapangan terbuka pada malam hari dengan penerangan berupa oncor (obor).Unsur
tari Tayub sendiri dipergunakan sebagai penyelaras untuk mengekspresikan gerak
tari, sedangkan Ketuk Tilu, Banjet dan Pencak Silat merupakan gerak tari yang
dinamis. Dalam garapan tari Ronggeng Midang ini penata mencoba mengangkat salah
satu sisi kehidupan dari Ronggeng itu. Pada umumnya mereka hidup dan berkembang
di daerah perkebunan dan pesisir.
4. TARI BERDASARKAN TEMA/ISI
a.
Tari Heroik
Tari kepahlawanan adalah tari yang mengandung unsur
cerita heroik atau kepahlawanan.
Ø Tari
Hedung (Nusa Tenggara Timur)
Tarian Hedung merupakan salah satu dari sekian banyak
tarian yang ada dalam kultur masyarakat Adonara. Tarian ini merupakan tari
perang yang dulunya dibawakan untuk menyambut pahlawan yang pulang dari medan
perang. Tarian in melambangkan nilai-nilai kepahlawanan dan semangat berjuang
tanpa kenal menyerah. Di masa kini, tarian hedung dibawakan dalam acara
penyambutan tamu yang datang ke Adonara. Dalam tarian ini, para penari yang
terdiri dari kaum pria dan juga beberapa kaum wanita menggunakan berbagai
perlengkapan yang biasanya digunakan oleh para pahlawan untuk berperang.
Gerakan dalam tarian ini mirip dengan orang yang sedang berperang. Mereka akan
"berperang" satu sama lain dengan mengayunkan parang atau membuat
ancang-ancang untuk melemparkan tombak. Para penari pria akan
berpasang-pasangan dan memperagakan duel dalam peperangan
b.
Tari Erotis
Tari erotik adalah tari yang mengandng unsure cerita atau
percintaan.
Ø Tari Jaipong (Jawa Barat)
Jaipong bermula dari tari ketuk tilu, tarian tradisional
khas Sunda. Setelah berkembang dengan berbagai variasi, baik dalam musik maupun
gerak, tarian ini menjelma menjadi jaipongan. Ciri khas jaipong adalah musiknya
yang menghentak dan dinamis. Alat musik kendanag terdengar paling menonjol
selama mengiringi tarian. Tarian ini biasanya dibawakan oleh seseorang,
berpasangan, dan juga kelompok. Jaipong sering dipentaskan pada
acara hiburan selamatan dan perta pernikahan.
c.
Tari Totemis
Tari totemis adalah tari
yang menirukan gerak diluar obyek diri manusia.
Ø Tari
Merak (Jawa Barat)
Tarian ini merupakan tarian kreasi baru dari daerah Jawa
Barat yang menggambarkan segala tingkah laku Burung Merak yang suka ria, canda
dan harmonis serta bentuk visual dari warna yang dimiliki burung merak
tergambar dalam tarian ini.
d.
Tari Dramatik
Drama tari adalah suatu bentuk drama dan tari yang
memiliki alur cerita, plot, tema, dan biasanya dilakukan secara kelompok
Tidak ada komentar:
Posting Komentar