Esalju

- See more at: http://blog.ahmadrifai.net/2012/03/cara-membuat-efek-salju-di-blog.html#sthash.58HJN16f.dpuf

Jumat, 01 Mei 2015

paragraph


Pengertian dan konsep paragraph
 Paragraph terdiri atas kalimat topic atau kalimat pokok dan kalimat penjelas atau kalimat pendukung. Kalimat topic merupakan kalimat terpenting yang berisi ide pokok alinea. Sedangkan kalimat penjelas atau kalimat pendukung berfungsi untuk menjelaskan atau mendukung ide utama. Untuk mendapatkan paragraph yang baik perlu diperhatikan hal-hal berikut:
1.    Posisi paragraph
Sebuah karangan dibangun oleh beberapa bab. Bab-bab suatu karangan yang mengandung kebulatan ide dibangun oleh beberapa anak ban. Anak bab dibangun oleh beberapa paragraph. Jadi, kedudukan paragraph dalam karangan adalah sebagai unsur pembangun anak bab, atau secara tidak langsung sebagai pembangun karangan itu sendiri. Dapat dikatakan bahwa paragraph merupakan satuan terkecil karangan, sebab dibawah paragraph tidak lagi satuan yang lebih kecil yang mampu mengungkapkan gagasan secara utuh dan lengkap.
2.    Batasan paragraph
Penegrtian paragraph ini ada beberapa pendapat, anatara lain :
a.       Kamus Besar Bahasa Indonesia : paragraph adalah bagian bab dalam suatu karangan (biasanya mengandung satu ide pokok dan penulisannya dimulai dengan garis baru).
b.      The jiang Gie dan A. Didyamartaya : paragraph adalah satuan pembagian lebih kecil dibawah sesuatu bab dalam buku. Paragraph biasanya diberi angka arab.


3.    Kegunaan paragraph
Paragraph bukan berkaitan dengan segi keindahan karangan itu, tetapi pembagian per paragraph ini memiliki beberapa kegunaan, sebagai berikut :
a.       Sebagai penampung fragmen ide pokok atau gagasab pokok keseluruhan paragraph
b.      Alat untuk memudahkan pembaca memahami jalan pikiran penulisnya
c.       Penanda bahwa pikiran baru dimulai
d.      Alat bagi pengarang untuk mengembangkan jalan pikiran secara sistematis
e.       Dalam rangka keseluruhan karangan, paragraph dapat berguna bagi pengantar, transisi, dan penutup
4.    Unsur- unsure paragraph
Ada beberapa unsure yang membangun paragraph, sehingga paragraph tersebut tersusun secara logis dan sistematis. Unsure-unsur paragraph ada empat macam, yaitu :
a.       Transisi
b.      Kalimat topic
c.       Kalimat pengembang
d.      Kalimat penegas
Keempat unsure-unsur ini tampil secara bersama-sama atau sebagian, oleh karena itu, suatu paragraph atau topic paragraph mengandung dua unsure wajib (kalimat topic dan kalimat pengembang), tiga unsure dan mungkin empat unsure.
5.    Struktur paragraph
Struktur paragraph dapat dikelompokkan menjadi delapan kemungkinan, yaitu :
1)   Paragraph terdiri atas transisi kalimat, kalimat topic, kalimat pengembang dan kalimat penegas
2)   Paragraph terdiri atas transisi berupa kata, kalimat topic, kalimat pengembang dan kalimat penegas
3)   Paragraph terdiri atas kalimat topic, kalimat pengembang dan kalimat penegas
4)   Paragraph terdiri atas transisi berupa kata, kalimat topic dan kalimat pengembang
5)   Paragraph terdiri atas kalimat, kalimat topic dan kalimat pengembang
6)   Paragraph terdiri atas kalimat topic dan kalimat pengembang
7)   Paragraph terdiri atas kalimat pengembang dan kalimat topic
 Syarat-syarat paragraph
Adapun syarat-syarat paragraph adalah sebagai berikut :
1.      Kesatuan
Kesatuan paragraph adalah semua kalimat yang membangun paragraph secara bersama-sama menyatakan suatu hal atau suatu tema tertentu. Kesatuan disini tidak boleh diartikan bahwa paragraph itu memuat satu hal saja.
2.      Kepaduan
Kepaduan (koherensi) adalah kekompakan hubungan anatar suatu kalimat dan kalimat yang lain yang membentuk suatu paragraph kepaduan yang baik tetapi apabila hubungan tibal balik antar kalimat yang membangun paragraph itu baik,  wajar dan mudah dipahami. Kepaduan sebuah paragraph dibangun dengan memperhatikan beberapa hal, seperti pengulangan kata kunci, penggunaan kata ganti, penggunaan transisi dan kesejajaran ( paralelisme).
3.      Kelengkapan
Kelengkapan ialah suatu paragraph yang berisi kalimat-kalimat penjelas yang cukup untuk menunjang kalimat topic. Paragraph yang hanya ada satu kalimat topic dikatakan paragraph yang kurang lengkap. Apabila yang dikembangkan itu hanya diperlukan dengan pengulangan-pengulangan adalah paragraph yang tidak lengkap.
4.      Panjang paragraph
Panjang paragraph dalam tulisan tidak sama, bergantung pada beberapa jauh / dalamnaya suatu bahasa dan tingkat pembaca yang menjadi sasaran. Dengan memeperhitungkan 4 hal, anatara lain :
a.       Penyusulan kalimat topic
b.      Penonjolan kalimat topic dalam paragraph
c.       Pengembangan detail-detail penjelas yang tepat
d.      Penggunaan kata-kata transisi, frase dan alat-alat lain dalam paragraph
5.      Pola susunan paragraph
Rangkaian pernyataan dalam paragraph harus disusun menurut pola yang taat asas, pernyataan yang satu disusun oleh pernyataan yang lain dengan wajar dan bersetalian secara logis. Dengan cara itu pembaca diajak oleh penulis untuk memahami paragraph sebagai satu kesatuan gagasan yang bulat. Pola susunannya bermacam-macam, dan yang sering diterapkan dalam tulisanilmiah. Antara lain :
a.       Pola runtunan waktu
b.      Pola uraian sebab akibat
c.       Pola perbandingan dan pertentangan
d.      Pola analogi
e.       Pola daftar
f.       Pola lain

 Jenis-jenis paragraph
Adapun jenis-jenis paragraph antara lain :
1.      Eksposisi
Berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topic dengan tujuan member informas.
Contoh :
Para pedagang daging sapi dipasar-pasar tradisional mengeluhkan dampak pemberitaan mengenai impor daging illegal. Sebab, hampir seminggu terakhir mereka kehilangan pembeli sampai 70 persen. Sebaliknya, permintaan terhadap daging ayam dantelur kini melejit sehingga harganya meningkat.
2.      Argumentasi
Bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat /kesimpulan dengan data/fakta konsep sebagai alas an/ bukti.
Contoh :
Sebagaian anak Indonesia belum dapat menikmati kebahagiaan masa kecilnya. Pernyataan demikian pernah dikemukakan oleh seorang pakar psikologi pendidikan sukarton (1992) bahwa anak- anak kecil dibawah umur 15 tahun sudah banyak yang dilibatkan untuk mencari nafkah oleh orangtuanya. Hal ini dapat dilihat  masih banyaknya anak kecil yang mengamen atau mengemis di perempatan jalan atau mengais kotak sampah di TPA, kemudian hasilnya diserahkan kepada orangtuanya untuk menopang kehidupan keluarga. Lebih-lebih sejak negeri kita terjadi krisis moneter, kecendrungan orangtua memperkerjakan anak sebagai penopang ekonomi keluarga terlihat dimana-mana.
3.      Deskripsi
Berisi gambaran mengenai suatu hal atau keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, merasa atau mendengarkan hal tersebut.
Contoh:
Gadis itu menatap Doni dengan seksama. Hati Doni semakin genjar memuji gadis yang mempesona dihadapannya. Ya, karena memang gadis yang didepannya itu sangat cantik. Rambutnya hitam lurus hingga melewati garis pinggang. Matanya bersinar lembut dan begitu dalam, memberikan pijar mengesankan yang misterius. Ditambah kulitnya yang bersih, dagu lancip yang menawan, serta bibir terbelah, dia sungguh tampak sempurna.
4.      Persuasi
Karangan ini bertujuan mempengaruhi emosi pembaca agar berbuat sesuatu.
Contoh:
Dalam diri setiap bangasa Indonesia harus tertanan nilai cinta terhadap sesame manusia sebagai cerminan rasa kemanusiaan dan keadilan. Nilai-nilai tersebut diantaranya adalah mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya, mengembangkan sikap tenggang rasa dan nilai-nilai kemanusiaan. Sebagai sesame anggota masyarakat, kita harus mengembangkan sikap tolong menolong dan saling mencintai. Dengan demikian, kehidupan bermasyarakat dipenuhi oleh suasana kemanusiaan dan saling mencintai.
5.      Narasi
Karangan ini berisi rangkaian peristiwa yang susul menyusul, sehingga membentuk alur cerita. Karangan jenis ini sebagaian besar berdasarkan imajinasi.
Contoh:
Jam istirahat. Roy tengah menulis sesuatu dibuku agenda sambil menikmati bekal dari rumah. Sesekali kepalanya menengadah kelangit-langit perpustakaan, mengernyitkan kening, tersenyum dan kembali menulis. Asyik sekali, seakan diruang perpustakaan hanya ada dia.
   Pengembangan paragraph
1.    Pengembangan paragraph berdasarkan teknik
a.       Secara alamiah
b.      Secara klimaks dan antiklimaks
c.       Secara umum ke khusus
2.      Pengembangan paragraph berdasarkan isi
a.       Secara perbandingan dan pertentangan
b.      Secara analogi
c.       Contoh-contoh
d.      Secara sebab akibat
e.       Secara definisi luas
f.       Klasifikasi



Tidak ada komentar:

Posting Komentar